Rabu, 28 Mei 2008

TEORI DAN SEJARAH GLOBALISASI

Teori globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu: Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut. Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi). Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital. Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.
Sejarah globalisasi
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang. Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan telah terjadinya globalisasiFase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.

Selasa, 06 Mei 2008

AKANKAH TERJADI?

MANGGARAI TIMUR, berkiprah menuju kesejahteraan

Otonomi, bukan Otomotif. Mobilitas bukan bukan mobil lintas angan-angan. Semoga itulah yang terlintas di benak para pejuang Manggarai Timur. Bergelut di gedung DPR demi memperjuangkan yang dinamakan otonomi, yang mungkin juga akan menjadi otomotif (red). Pergerakan dan mobilitas serta berbagai jenis pergerakan sosial mulai terlihat di perbatasan Manggarai Timur dan Tengah. Masyarakat seakan berhijrah, begitu pula para elit-elit politik.Perpindahan penduduk sudah mulai tercium, sampai sengketa tanah kembali merengut nyawa beberapa insan dari kalangan rakyat jelata. Transmigrasi, migrasi, dan pergerakan penduduk lainnya seolah mewarnai arus sosial di antara kedua kabupaten menyambut datangnya Manggarai Timur. Terompet organisasi dan partai politik sudah mulai bermunculan suaranya menggaum di lereng dan lembah yang berawal dari lembah Cunga Wae Reca. Sret, sejalan dengan itu angan dan hayal pun mulai melintas dibenak masyarakat dan kalangan konglomerat. Sekejap terlintas bayangan mobil mewah di pikiranku. (uah, kayaknya seperti alfa terjadinya manggarai Barat) wah, pantaslah masyarakat mengira yang bukan-bukan walaupun mungkin nanti akan terjadi benar-benar, kata pak mantri.manggarai Timur dan perjuangannya seolah memunculkan berbagai kader-kader baru dalam segala hal, dari hal yang berhubungan dengan yang jahat sekali pun, maupun hal yang baik dan istimewa. (eit... eit, jangan dulu mengira kalau aku kontra terhadap otonomi daerah Manggarai Timur) Maksudku kalau otonomi itu diartikan kelewat batas ya tentu saya kontra dong... hehehe. Semoga perkiraanku melenceng, saya tak ingin Manggarai Timur seperti dalam ramalanku. Uah pake ramal segala nih, nah agar gak terjadi seperti itu, bagaimanakah kinerja kamu supaya manggarai timur dan masyarakatnya bisa berkiprah menuju kesejahteraan? jawabannya... eit tunggu dulu, renungkan dulu, karena jawabannya ada dalam pikiran anda.Dont smoking not smoker, smoking smoker pasti muncul. Oh ya, jangan tejemah harafiah, interpretasi sendiri aja maksudnya. salam buat pemerintah yang baru. usul saya, kembangkan teknologi, khususnya dunia maya di Manggarai Timur. TQ

SEBUAH RENUNGAN UNTUK KITA

Siput & Ular
Ada sebuah dongeng yang menceritakan tentang seorang yang suci. Pada suatu kali dia bermimpi dibawa ke Surga. Pada saat dia berjalan melalui jalan-jalan yang terbuat dari emas, dia melihat sekumpulan benda yang disangkanya adalah siput. "Apakah yang sedang dilakukan oleh siput-siput ini disini?" dia bertanya. "Mereka itu bukanlah siput,"tiba-tiba terdengar jawaban. " Mereka itu adalah telinga dari orang-orang yang mendengarkan kebenaran tetapi tidak pernah mengindahkannya. Telinga mereka ada disini, tetapi tubuh mereka berada di neraka Tidak berapa lama kemudian, orang suci itu melihat sekumpulan benda lainnya yang dikiranya ular kecil. Dengan nada yang semakin heran dia bertanya, "Mengapa ular-ular ini berada di Surga?" "Mereka itu bukan ular," jawaban itu terdengar lagi. "Mereka adalah lidah orang-orang yang menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang lain, tetapi hidup mereka tidak menyatakan injil yang mereka beritakan. Lidah mereka ada disini, tetapi tubuh mereka dalam siksaan di neraka. "Iman tanpa disertai dengan perbuatan adalah mati."


By: Marianus Oswaldus Parus

(Kisol Rende)

Kamis, 01 Mei 2008

ASAL USUL DANAU RANA MACAK (Balus)

Pada zaman dahulu kala, hiduplah sekelompok masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan kumuh di bagian selatan Balus (sekarang) Desa Ngampang Mas. Masayrakat ini hidup berdampingan secara damai, selalu bekerja dengan sistem gotong royong.

Tiba saatnya suatu hari, semua masyarakat pergi ke kebun untuk mencari nafkah. dikampung itu hanya tinggal seorang yang lumpuh dan seorang nenek. gubuk merkea berdekatan, dengan jarak sekitar 20 meter. Tiba-tiba cuaca berubah, mendung menyelimuti perkampungan itu, hanya dua orang yang ada di perkampungan itu. Dan serentak, hujanpun turun dengan derasnya, sampai orang yang dikebun tidak bisa pulang ke rumah.

Hujan deras, menyebabkan sang nenek merasa kedinginan, sehingga dia sangat membutuhkan api. Pada zaman itu api diperoleh dengan menggesekan bambu, sementara sang nenek gak bertenaga lagi untuk menggesekkan bambu. Tetangganya sudah menyalakan api, tapi sayang tetangganya lumpuh.

Saking dinginnya, si nenek berteriak minta bantuan yang lumpuh untuk mengirimkan api. yang lumpuh pun mendengarkannya. tak ada media untuk mengantarkan api.

Di situ ada seekor Anjing berbulu tebel berwarna coklat. muncullah ide dari yang lumpuh untuk mengirimkan api lewat anjing. (pada saat itu, adat melarang orang untuk menertawakan binatang,apalagi anjing, supaya yang kuasa tidak mengirimkan bencana). Si lumpuh langsung mengikatkan kayu yang sudah berisi arang pada ekor anjing. sementara itu si nenek memanggil-anjing. Anjing pun berjalan menuju rumah si nenek. karena api mengenai ekor anjing, sehingga bulu anjing terbakar, diikuti seluruh tubuhnya. melihat itu si nenek langsung tertawa terbahak-bahak, sehingga sang penguasa alam pun murka. dan langsung mengirimkan longsor dan menutup seluruh perkampungan itu. Serentak perkampungan itu berubah menjadi sebuah danau. karena panasnya api tadi, maka danau itu menjadi panas.

Ketika orang kampung pulang dari kebun, semuanya kaget melihat kampungnya yang tertimbun longsor. sehingga mereka langsung lari ke bukit. Sesampainya di bukit mereka ,menoleh ke danau, dan serentak mereka berubah menjadi batu.

Begitulah asal usul danau Rana Macak yang sangat berkaitan dengan beberapa patung batu yang ada di bukit balus (Golo Empo). taapi sayangnya pemerintah kayaknya tidak mengeksplorasikannya menjadi kawasan yang terlindung.